Contact Information

Alabio, Indonesia

We are available on 09:00 - 20:00 WITA

Berbicara tentang Jahe, sebenarnya tak cuma hanya sebagai salah satu jenis rempah yang wajib ada di dapur saja. Akan tetapi, tanaman herbal ini sejak berabad-abad lamanya sudah dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan. Tanaman Jahe termasuk keluarga dari zingiberacea yaitu tanaman jenis ubi-ubian seperti kunyit, kencur, dan lengkuas. Daerah penghasil Jahe terbesar di Indonesia yaitu di Pulau Jawa karena masih banyak petani yang membudidayakannya dan memiliki kualitas yang unggul.

            Secara umum Jahe memiliki kandungan berupa air, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, dan vitamin C. Selain itu, Jahe juga memiliki kandungan lainnya seperti minyak atrisi, antioksidan, dan berbagai zat bioaktif.

            Banyak orang berspekulasi bahwa tanaman ini awalnya diperkirakan berasal dari India, namun ada juga orang yang mengatakan bahwa Jahe berasal dari Tiongkok Selatan.  Kemudian menyebar ke daerah benua Asia yakni Asia Tenggara, Jepang, dan sampai negara di bagian Timur Tengah. Kemudian akhirnya sampai ke benua Eropa dan menjadi populer memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan.

            Salah satu olahan dari Jahe yang menjadi cemilan favorit orang Eropa adalah permen Jahe. Mengingat di Eropa cuaca yang dingin maka orang-orang Eropa membutuhkan cemilan untuk menghangatkan badan mereka yaitu salah satunya dengan mengunsumsi permen jahe. Dengan rasa permen yang manis serta ada pedas-pedasnya membuat permen ini sangat digemari orang Eropa. Masing-masing jenis Jahe berbeda pemanfaatannya, lalu termasuk Jahe jenis apakah yang digunakan untuk membuat permen Jahe?. Mari kita simak penjelasannya dibawah ini!

1. Jahe Gajah

            Bentuk dari Jahe jenis ini yaitu umbi yang ukurannya besar-besar dan memiliki warna putih kekuningan. Walaupun aromanya sangat tajam, tapi rasanya tidak terlalu pedas dibandingkan Jahe jenis lain karena kandungan minyak atrisi cuma 0,18-1,66%,  sehingga banyak disukai oleh orang luar negeri atau di pasaran Internasional. Pemanfaatannya dari Jahe ini adalah sebagai bahan utama untuk pembuatan permen jahe, Minuman Jahe, dan bisa juga untuk sebagai rempah masakan.

2. Jahe Emprit

            Jahe jenis ini termasuk mudah ditemukan karena sering kita jumpai di pasar-pasar Indonesia. Bentuk umbinya lebih ramping dan kecil daripada Jahe Gajah. Meskipun aromanya tidak terlalu tajam, tapi rasanya pedas karena kandungan atrisinya mencapai 1,7-8%. Pemanfaatannya dari Jahe ini yaitu untuk pembuatan jamu segar maupun kering, cocok untuk ramuan obat-obatan, dan cocok juga untuk dijadikan rempah-rempah dapur.

3. Jahe Merah

            Jahe jenis ini termasuk langka karena hanya tumbuh pada bulan-bulan tertentu, Sehingga harganya pun jauh lebih mahal daripada Jahe Gajah dan Jahe Emprit.Ciri dari Jahe ini yaitu ukurannya jauh lebih kecil dari dua jenis Jahe sebelumnya, warna umbinya agak kemerahan, dan berserat kasar. Rasa dari Jahe ini sengat pedas dikarenakan kandungan minyak atrisi sangat tinggi yaitu sekitar 2,58-90%. Pemanfaatannya dari Jahe ini sering orang gunakan untuk bahan utama pembuatan minyak jahe dan obat-obatan herbal yang dapat meredakan nyeri, mengurangi sakit kepala, menghilangkan pegal-pegal, dan meredakan demam.

            Jadi itulah penjelasan tentang 3 macam jenis Jahe yang ada di Indonesia serta  pemanfaatannya masing-masing. Maka dari itu, jangan sampai salah pilih dan gunakanlah sesuai kebutuhan yang diperlukan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan para pembaca dan dapat memahaminya.

Share:

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *