Yerpi Menggorok Lehernya Sendiri

Banua.Info – Bunuh Diri di Rumah Sakit Pulang Pisau, Yerpi Tewas akibat Menggorok Lehernya Sendiri. Yerpi Mendru Hengkie (29 tahun), warga Desa Sei Baru Tewu, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, akhirnya tewas seusai menggorok leher sendiri menggunakan pecahan kaca.

Aksi nekat itu ia lakukan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau, Sabtu (18/3/2017). Sebelumnya, Yerpi dirawat lantaran mencoba bunuh diri dengan meminum racun pembasmi serangga di rumahnya pada hari yang sama sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, percobaan bunuh dirinya yang pertama gagal lantaran pihak keluarga yang melihat korban kritis langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Ira (28 tahun), istri korban, mengatakan bahwa sekitar pukul 13.00, Yerpi mengamuk saat berada di ruangan kelas 3 rumah sakit. Ia lalu memecahkan kaca dan mengambil pecahannya. Dalam hitungan detik pecahan kaca langsung sayatkan ke bagian leher korban hingga menyebabkan luka iris cukup parah.

Petugas medis yang mendapat laporan kembali berusaha menolong korban. Namun, karena luka yang diderita cukup parah, pihak rumah sakit memutuskan merujuk korban ke rumah sakit di Banjarmasin. Tetapi takdir berkata lain, bapak dua anak itu menghembuskan napas terakhirnya saat akan diberangkatkan.

Ira mengatakan, suaminya akan dijemput oleh mertua atau orang tua korban yang baru mengetahui kejadian, dan akan dimakamkan di kampung halamannya di Tumbang Samba, Kabupaten Katingan. (JAMES DONNY/B-3 BORNEONEWS, Pulang Pisau)

Bunuh Diri di Rumah Sakit Pulang Pisau, Yerpi Tewas akibat Menggorok Lehernya Sendiri.

Yerpi Mendru Hengkie (29 tahun), warga Desa Sei Baru Tewu, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, akhirnya tewas seusai menggorok leher sendiri menggunakan pecahan kaca.

Aksi nekat itu ia lakukan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau, Sabtu (18/3/2017). Sebelumnya, Yerpi dirawat lantaran mencoba bunuh diri dengan meminum racun pembasmi serangga di rumahnya pada hari yang sama sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, percobaan bunuh dirinya yang pertama gagal lantaran pihak keluarga yang melihat korban kritis langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Ira (28 tahun), istri korban, mengatakan bahwa sekitar pukul 13.00, Yerpi mengamuk saat berada di ruangan kelas 3 rumah sakit. Ia lalu memecahkan kaca dan mengambil pecahannya. Dalam hitungan detik pecahan kaca langsung sayatkan ke bagian leher korban hingga menyebabkan luka iris cukup parah.

Petugas medis yang mendapat laporan kembali berusaha menolong korban. Namun, karena luka yang diderita cukup parah, pihak rumah sakit memutuskan merujuk korban ke rumah sakit di Banjarmasin. Tetapi takdir berkata lain, bapak dua anak itu menghembuskan napas terakhirnya saat akan diberangkatkan.

Ira mengatakan, suaminya akan dijemput oleh mertua atau orang tua korban yang baru mengetahui kejadian, dan akan dimakamkan di kampung halamannya di Tumbang Samba, Kabupaten Katingan. (JAMES DONNY/B-3 BORNEONEWS, Pulang Pisau)

Sc : Syaid

Leave a Reply