Kenali 7 Nutrisi Penting untuk Merangsang Perkembangan Otak Anak Sejak Kandungan Hingga Dewasa

Selama hamil, seorang ibu tentu memahami betul pentingnya nutrisi untuk merangsang perkembangan otak bayi dalam kandungannya. Nutrisi yang tepat, lengkap, dan seimbang pada periode awal kehidupannya sangat mempengaruhi perkembangan otak anak hingga ia dewasa. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan cacat tabung saraf, gastroschisis, penyakit jantung bawaan, bibir sumbing, hernia diafragma bawaan, dan bayi lahir prematur.

Salah satu hal yang menunjukkan otak anak berkembang dengan baik adalah respon dan kecerdasan. Tahukah Anda, ada banyak nutrisi penting yang mempengaruhi perkembangan otak secara simultan dan kontinyu? Untuk Anda para wanita yang belum pernah mengalami masa kehamilan atau suami yang baru saja mendapat kabar bahagia tentang kehamilan istri, ada baiknya mengetahui nutrisi-nutrisi penting untuk otak ini.

1. AA (Arachidonic acid) dan DHA (Docosahexaenoic acid)

AA merupakan salah satu jenis asam lemak tak jenuh yang mendukung pembentukan otak, jaringan saraf (sebagai neurotransmitter/zat penghantar), jaringan penglihatan, serta membantu pembentukan sistem imun pada bayi. Sedangkan DHA merupakan komponen gizi yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak serta pembentukkan synapse (cabang sel saraf) pada bayi.

Pada orang dewasa, DHA diperlukan untuk menjaga otak dapat terus berfungsi dengan normal. AA dan DHA bisa ditemukan dalam ASI. Pun bisa didapatkan dalam ikan tuna, salmon, makarel, sarden, daging, telur.

2. Kolin

Merupakan zat yang bertugas mendukung perkembangan fungsi otak, meningkatkan fungsi daya ingat (fungsi kognitif), dan pembentukkan tulang belakang. Kolin diperlukan anak, terutama saat ia berada di dalam kandungan juga pada usia dini pasca lahir. Bayi bisa mendapat asupan kolin seimbang dengan ASI, serta dari ibu yang mengkonsumsi telur, kacang kedelai, dan susu.

3. Asam Alfa Linolenat (Omega 3) dan Asam Linoleat (Omega 6)

Omega 3 merupakan asam lemak esensial pembentuk DHA dan salah satu komponen pembentuk otak yang tidak dapat diproduksi tubuh. Sedangkan omega 6 merupakan unsur penting untuk mendukung fungsi otak dan memiliki peranan penting dalam pembentukan membran sel otak. Membran ini merupakan bagian penting dari enzim yang berfungsi mengedarkan nutrisi penting ke dalam dan ke luar sel.

4. Protein

Protein berperan penting dalam perkembangan otak anak karena mengarahkan sel saraf dan memindahkannya ke tempat yang tepat di otak. Saraf tersebut yang membuatnya mampu berpikir dan memmerespon lingkungannya. Panca indera pun dapat berkembang optimal karena protein. Ibu menyusui bisa mengonsumsi makanan seperti daging, kacang-kacangan, kacang kedelai, telur dan ikan sebagai sumbernya.

5. Zat Besi

Merupakan unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf (fungsi kognitif) dan tingkah laku pada bayi. Zat besi ini merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin atau sel darah merah.

Zat besi bisa didapatkan melalui asupan daging, sayuran, telur, sereal, kulit kentang, kacan-kacangan, roti gandum, bayam, telur, daging sapi, kangkung, jagung, alpukat, jeruk, bit hijau, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang lentil, dan sereal.

6. Seng

Seperti zat besi, seng membantu mengoptimalkan fungsi dan kinerja otak anak. Seng juga berperan untuk memproduksi sel darah putih agar tubuh mampu melawan infeksi serta memastikan sel selalu berkembang dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Jika kekurangan zat ini, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan kecerdasan sejak bayi. Zat ini dapat diperoleh dari daging, kacang-kacangan, seafood, dan susu.

7. Yodium

Yodium berfungsi meningkatkan kecerdasan dan membentuk hormon di dalam kelenjar tiroid. Jika produksi hormon tiroid kurang, maka menimbulkan hipotiroid. Sedangkan jika kelebihan akan mengakibatkan hipertiroid. Makanan sumber yodium adalah salmon, tuna, kerang, Cod, Herring, garam beryodium, kelp, rumput laut, dan susu.

Selain 7 nutrisi di atas, ada asam folat, vitamin A, B6, B12, dan E, serta asam amino (Tyrosine, Triyptophane, Asparagin, dan Sialic acid) yang penting untuk perkembangan otak. Nutrisi-nutrisi tersebut diperlukan anak sejak dalam kandungan hingga dewasa. Anda juga dapat menemukan informasi penting lainnya atau berkonsultasi seputar gizi pendukung perkembangan otak anak di laman resmi di wyethnutrition.co.id.

Pentingnya memperhatikan nutrisi untuk merangsang perkembangan otak anak perlu dijadikan prioritas bagi setiap orang tua, terutama sejak dalam kandungan dan awal kehamilan. Meski demikian, perkembangan otak dipengaruhi pula oleh faktor genetik dan stimulasi dari lingkungan. Jadi, untuk memaksimalkan perkembangan otak anak Anda hingga ia dewasa, ketiga faktor ini harus lengkap.

Leave a Reply