Gejala Difteri Secara Umum dan Gejala Tambahannya

gejala difteri

Penyakit difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat diderita oleh siapa saja. Risiko terburuk dari penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri merupakan jenis penyakit menular yang dapat mewabah dengan cepat. Untuk itu penting untuk mengetahui gejala difteri agar bisa dilakukan antisipasi dini.

Penyebaran dapat terjadi lewat kontak langsung dengan si penderita atau pun penyebaran bakteri melalui udara. Pencegahan dari penyakit ini dengan menggunakan vaksin khusus difteri. Jika Anda mengalami penyakit ini akan dilakukan perawatan antibiotik dan trakeotomi.

Mengenal Gejala Difteri

Inilah gejala difteri yang terjadi secara umum dan juga terdapat gejala tambahannya.

  1. Bercak Abu-Abu

Anda mengalami difteri akan mengalami gejala adanya bercak berwarna abu-abu yang disebut dengan pseudomembran. Terjadinya pada bagian tenggorokan atau rongga hidung sampai ke bagian pangkal. Gejala ini akan membuat Anda kesulitan untuk menelan makanan, minuman, dan air liur. Selain itu akan terasa nyeri yang sangat sampai membuat Anda kesulitan untuk tidur.

  1. Gejala Flu

Gejala yang juga terjadi pada penderita penyakit difteri yaitu akan mengalami bersin, batuk, dan mengeluarkan ingus dari hidung. Gejala yang terlihat seperti flu biasa. Hanya saja pada penyakit difteri gejala ini berlangsung alam hingga 6 minggu dan bisa menginfeksi orang sekitarnya.

  1. Radang Tenggorokan

Gejala difteri yang juga akan dialami adalah radang tenggorokan yang lebih dari radang biasa. Radang tenggorokan yang dialami akan memenuhi semua saluran tenggorokan, bahkan sampai ke bagian amandelnya. Anda akan merasakan nyeri yang tinggi dan harus segera diperiksa.

  1. Demam Rendah

Gejala berikutnya yang akan dialami adalah demam dengan suhu rendah sekitar 38 derajat celsius. Suhu memang rendah, tetapi tubuh terasa panas. Sudah mengonsumsi obat penurun panas, tetapi tetap tidak turun-turun dan berlangsung dalam waktu yang lama. Demam juga disertai dengan menggigil yang tidak berhenti.

  1. Pembengkakan

Gejala yang juga akan dialami adalah  terjadinya pembengkakan pada bagian tenggorokan yang dapat terlihat dengan jelas. Berbeda dengan radang tenggorokan biasa. Pembengkakan ini membuat Anda nantinya akan semakin kesulitan untuk mengonsumsi makanan dan dapat menyebabkan penurunan berat badan. Pembengkakan juga disebabkan oleh pembesaran kelenjar di leher karena bakteri penyebab penyakit difteri.

  1. Batuk Keras

Selain mengalami pilek, Anda juga akan mengalami batuk yang keras. Batuk ini sampai membuat dada terasa sesak ditambah lagi pilek yang dialami lama-kelamaan mengeluarkan darah. Ketika gejala ini terjadi segera lakukan pemeriksaan agar kondisi tidak semakin memburuk.

  1. Gejala Tambahan

Gejala tambahan yang dapat terjadi setelah gejala pada umumnya yaitu Anda akan mengalami nafsu makan yang menurun. Mengalami sesak napas yang disertai dengan bunyi, seperti orang terkena asma. Terjadi perubahan penglihatan yang terasa sangat mengganggu, bahkan mengalami rabun sementara.

Ketika bicara akan mulai melantur atau bicara Anda mulai tidak jelas. Kulit tubuh akan berwarna pucat atau bahkan membiru dan juga dingin. Selain itu, Anda juga sering berkeringat dan disertai dengan jantung yang berdebar cepat. Lama kelamaan semua gejala yang dialami membuat Anda merasa tidak nyaman dan tidak tenang. Tidur pun terganggu, sehingga membuat sistem imun semakin menurun.

Demikianlah 7 gejala difteri yang perlu Anda ketahui. Jika mendapati gejala tersebut, upayakan untuk segera melakukan perawatan medis sehingga toksin atau racun yang dapat menyebar ke jantung bisa dikeluarkan. Penyakit difteri bukanlah penyakit menular biasa. Penting sekali untuk mengatasinya secepat mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *